Tradisi Arak-arakan Bako Rayakan Pelepasan Siswa TK Aisyiyah II Sulit Air dengan Meriah

Di tengah suasana khidmat yang dipadukan dengan keceriaan, Nagari Sulit Air, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, menjadi saksi dari sebuah tradisi yang penuh makna. Pada hari Kamis, 11 Juni 2026, ratusan warga berkumpul untuk menyaksikan momen bersejarah, yakni pelepasan 47 siswa dari Kelompok B Taman Kanak-Kanak (TK) Aisyiyah II Balik Parik.
Tradisi Arak-arakan Bako: Merayakan Pendidikan dan Budaya
Acara pelepasan ini bukanlah sekadar perpisahan biasa. Tradisi arak-arakan bako, di mana para siswa diarak keliling kampung oleh pihak keluarga dari ayah, menjadi daya tarik utama yang memperkaya makna acara. Pelaksanaan tradisi ini menunjukkan betapa eratnya hubungan antara pendidikan anak usia dini dan pelestarian adat istiadat di Sumatra Barat.
Tradisi ini mencerminkan nilai-nilai lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Dengan mengintegrasikan budaya dalam konteks pendidikan, acara ini menegaskan pentingnya Adat Basandi Syarak dan Syarak Basandi Kitabullah dalam kehidupan masyarakat.
Wisuda dan Khatam Iqra’
Kepala Sekolah TK Aisyiyah II Balik Parik, Jasmiarti, S.Pd., Gr., mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian luar biasa anak-anak didiknya. Dari 47 siswa yang diwasiatkan, 32 di antaranya telah berhasil menyelesaikan Khatam Iqra’, sebuah pencapaian signifikan yang menunjukkan kemajuan dalam pendidikan karakter dan spiritual.
“Kami berkomitmen untuk menanamkan mental yang berani dan karakter islami kepada anak-anak sejak dini. Ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah awal bagi mereka untuk menapaki dunia pendidikan yang lebih tinggi,” ujar Jasmiarti.
Unjuk Bakat: Mengasah Potensi Siswa
Acara pelepasan ini juga menjadi ajang unjuk bakat bagi para siswa. Penonton disuguhkan dengan penampilan yang mengesankan, dimulai dengan dua siswa, Rahil dan Adam, yang melantunkan ayat suci Al-Qur’an dengan fasih sebagai pembuka acara. Suasana haru dan decak kagum mengisi ruangan ketika suara merdu mereka menggema.
Selain itu, para siswa juga menampilkan Drama Kolosal yang mengambil kisah teladan Nabi Ibrahim A.S. Pertunjukan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik, menyampaikan pesan moral yang penting bagi generasi muda.
Berbagai penampilan lainnya termasuk demonstrasi hafalan hadits-hadits pilihan dan penampilan hafalan surah-surah pendek Al-Qur’an. Semua ini menunjukkan betapa seriusnya sekolah dalam membentuk karakter dan akhlak siswa melalui pendidikan yang berbasis agama.
Dukungan dari Tokoh Masyarakat
Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari berbagai organisasi dan perangkat pemerintahan. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan yang kuat terhadap kemajuan pendidikan di Nagari Sulit Air.
Tokoh-tokoh yang hadir antara lain Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Solok, serta Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan X Koto Diatas. Kehadiran Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Kampus 9 dan Wali Nagari Sulit Air menambah keistimewaan acara ini.
Apresiasi untuk Orang Tua dan Sekolah
Dalam sambutannya, Darfinalti, S.Pd., perwakilan dari PDA Aisyiyah Kecamatan X Koto Diatas, memberikan penghargaan yang tinggi kepada sekolah dan orang tua murid. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam menjaga mutu pendidikan karakter anak, serta pelestarian budaya lokal di tengah era digital yang semakin maju.
“Pendidikan adalah fondasi bagi masa depan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus berupaya menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan serta budaya kita,” imbuhnya.
Penutup Acara yang Penuh Makna
Acara pelepasan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu guru, melibatkan seluruh siswa, orang tua, serta pihak sekolah. Momen ini menjadi simbol harapan dan doa untuk langkah-langkah selanjutnya bagi siswa yang siap melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar (SD).
Foto dokumentasi antara guru, orang tua, dan siswa menjadi kenang-kenangan yang berharga, sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk mendukung pendidikan yang berkualitas di masa depan.
Tradisi arak-arakan bako dalam rangka pelepasan siswa TK Aisyiyah II Balik Parik bukan hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi juga merupakan cerminan sinergi antara pendidikan dan budaya yang terus dilestarikan. Dengan semangat yang tinggi, masyarakat berharap agar tradisi ini dapat terus berlanjut dan memberikan inspirasi bagi generasi mendatang.
