Partai Buruh dan Elemen SP SB Sumut Akan Gelar Aksi Demonstrasi di Kantor Gubsu Besok

Merespons kebutuhan dan tuntutan kaum buruh di Sumatera Utara, Exco Partai Buruh bersama elemen Serikat Pekerja dan Serikat Buruh (SP/SB) akan melaksanakan aksi demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung di Kantor Gubernur Sumut dan Kantor DPRD Sumut pada hari Kamis, 16 April 2026. Aksi ini tidak hanya sekadar unjuk rasa, tetapi juga sebagai langkah awal menjelang perayaan Hari Buruh Internasional yang akan dilaksanakan pada 1 Mei 2026.
Persiapan Aksi Demonstrasi di Sumut
Ketua Partai Buruh Sumut, Willy Agus Utomo, dalam keterangan persnya pada Rabu, 15 April 2026, mengungkapkan bahwa aksi ini bertujuan untuk menyuarakan berbagai tuntutan mendesak dari para buruh. Salah satu poin utama yang akan diangkat adalah pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru, yang diharapkan dapat memberikan perlindungan lebih baik bagi hak-hak buruh.
Tuntutan Utama Aksi
Willy menekankan bahwa tuntutan utama dari para buruh adalah agar pemerintah segera menyelesaikan dan mengesahkan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang lebih berpihak kepada kaum buruh. Selain itu, mereka juga menuntut penghapusan sistem outsourcing dan penolakan terhadap upah yang rendah. Willy, yang juga menjabat sebagai Ketua DPW FSPMI Sumut, mengingatkan bahwa mereka akan menagih janji dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan buruh.
Tuntutan Lokal untuk Buruh di Sumut
Selain tuntutan yang bersifat nasional, para buruh juga membawa isu-isu lokal yang sangat penting bagi kehidupan mereka. Di antara tuntutan lokal tersebut adalah:
- Penyediaan perumahan yang terjangkau bagi buruh di Sumatera Utara.
- Penanganan masalah perbudakan di sektor perkebunan.
- Tindakan tegas terhadap pengusaha yang melanggar aturan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
- Penyelesaian kasus-kasus perburuhan yang masih tertunda.
- Pemberian tanah kepada petani di wilayah Sumut.
Aksi Pemanasan Pra May Day
Willy menegaskan bahwa aksi ini merupakan pemanasan menjelang May Day. Ia menyatakan, “Jika Gubernur Boby Nasution tidak menerima kami, kami akan melakukan aksi yang lebih besar pada tanggal 1 Mei 2026, bersamaan dengan peringatan Hari Buruh Internasional.” Pernyataan ini menunjukkan keseriusan mereka dalam memperjuangkan nasib buruh di wilayah tersebut.
Partisipasi Dalam Aksi Demonstrasi
Ijon Tua Hamonangan Purba, Sekretaris Partai Buruh Sumut, mengungkapkan bahwa mereka berencana untuk mengerahkan sekitar 500 peserta aksi yang berasal dari 10 kabupaten dan kota di Sumut. Dalam aksi ini, mereka akan bergabung dengan berbagai elemen SP/SB, termasuk KSPSI AGN, KSPI Sumut, FSPMI Sumut, KPBI, serta komunitas petani, pengemudi ojek online, dan mahasiswa.
Harapan Terhadap Gubernur
Ijon berharap Gubernur Boby dapat merespons aspirasi mereka dengan positif. “Kami akan menyampaikan aspirasi dengan cara damai, menuntut kesejahteraan bagi buruh dan masyarakat di Sumatera Utara,” ujarnya dengan penuh harapan.
Rute dan Jadwal Aksi
Mengenai rute aksi, Ijon menjelaskan bahwa titik kumpul para peserta akan berada di depan Istana Maimun Medan sekitar pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB. Rencananya, massa aksi akan memulai longmarch menuju Kantor Gubernur Sumut pada pukul 10.30 WIB. Dengan pengaturan yang baik, mereka berharap aksi ini dapat berlangsung dengan aman dan tertib.
Komitmen untuk Aksi Damai
Ijon menekankan pentingnya menjaga ketertiban selama aksi. “Kami pastikan bahwa aksi ini damai dan kami berharap semua pihak dapat mendukung agar aspirasi kami bisa tersampaikan dengan baik,” pungkasnya. Dengan semangat yang tinggi, para buruh bersiap untuk menunjukkan suara mereka demi perubahan yang lebih baik.
Dengan semua persiapan dan harapan yang ada, aksi demonstrasi ini diharapkan dapat menjadi titik awal untuk dialog yang konstruktif antara pemerintah dan para buruh, serta membawa perubahan positif bagi kesejahteraan masyarakat di Sumatera Utara. Keberhasilan aksi ini juga akan menjadi indikator keseriusan pemerintah dalam mendengarkan dan memenuhi aspirasi rakyat, terutama kaum buruh yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

