Tim INAFIS Polres Simalungun Ungkap Kasus Mayat Ibu Rumah Tangga Ditemukan Membusuk di Kursi

Warga Huta IV Marihat Lela, Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, baru-baru ini dikejutkan oleh penemuan mayat seorang ibu rumah tangga di kediamannya. Korban, yang ditemukan dalam kondisi tubuh mulai membusuk, mengundang perhatian publik dan media. Tim INAFIS Polres Simalungun segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab kematian yang menyedihkan ini dengan pendekatan yang profesional dan terukur.
Proses Penanganan Kasus Mayat Ibu Rumah Tangga
Kepala Bagian Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, menegaskan pada Jumat, 15 Mei 2026, sekitar pukul 12.34 WIB, bahwa penanganan kasus mayat ini mencerminkan komitmen Polres Simalungun Polda Sumatera Utara dalam memberikan pelayanan yang berintegritas dan humanis kepada masyarakat. Kejadian ini juga menunjukkan betapa pentingnya respons cepat dari pihak kepolisian dalam menangani situasi darurat.
“Setelah laporan tentang penemuan mayat diterima, anggota Polsek Gunung Malela segera berkoordinasi dengan Tim INAFIS Polres Simalungun untuk melakukan olah TKP dengan cara yang profesional dan terukur. Ini adalah wujud nyata kehadiran Polri untuk masyarakat,” jelas AKP Verry Purba kepada wartawan.
Identitas Korban dan Awal Penemuan
Korban yang diketahui bernama Sarpina Sinaga, berusia 44 tahun, merupakan seorang ibu rumah tangga yang tinggal di Huta IV Marihat Lela. Penemuan jasadnya berawal dari kekhawatiran seorang tetangga dan sahabat dekatnya, Asniroya Saragih, yang merasa curiga karena Sarpina tidak muncul di rumahnya selama dua hari berturut-turut pada Rabu, 14 Mei 2026, dan Kamis, 15 Mei 2026, tanpa memberi kabar.
“Sarpina biasanya datang ke tempat saya setiap malam sekitar pukul 19.00 WIB dan pulang sekitar pukul 22.00 WIB. Jika tidak bisa datang, dia selalu memberitahu. Karena tidak ada kabar selama beberapa hari, saya meminta suami saya untuk memeriksa keadaannya,” kata Asniroya Saragih kepada petugas.
Pencarian yang Mencemaskan
Suami Asniroya, Maruli Purba, yang berusia 60 tahun, kemudian menuju rumah Sarpina yang terletak sekitar 100 meter dari rumahnya. Setibanya di lokasi, ia melihat lampu rumah dan teras Sarpina masih menyala. Ketika memanggil namanya, tidak ada respon. Maruli pun mengintip melalui jendela kaca yang tidak terhalang tirai dan mendapati Sarpina dalam posisi duduk di kursi tanpa bergerak. Ia segera kembali dan meminta bantuan warga sekitar.
Sejumlah warga yang datang ke rumah Sarpina mendapati semua pintu terkunci dari dalam. Salah satu warga, Mulia Susiratno, menemukan celah di pintu samping dan berhasil masuk untuk membuka pintu utama. Di ruang tamu, mereka menemukan Sarpina dalam keadaan duduk di bangku plastik, dengan bau yang sangat tidak sedap dan kondisi tubuhnya yang membusuk. Segera setelah itu, mereka melaporkan kejadian tersebut kepada pihak pangulu untuk diteruskan ke kepolisian.
Respons Pihak Kepolisian
Tim kepolisian dari Polsek Gunung Malela yang dipimpin oleh IPDA B. Situngkir, S.H., bersama rekan-rekannya, termasuk AIPTU Yudi, AIPTU Eldison Damanik, AIPDA Simanungkalit, dan AIPDA Indo Siahaan, segera mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan area tersebut. Tim INAFIS Polres Simalungun yang dipimpin oleh AIPDA Owen Saragih dan AIPDA Sujid Saputra juga segera diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh di TKP, disaksikan oleh pemerintah nagori dan Babinsa setempat.
“Tim INAFIS kami bekerja dengan cermat dan sistematis. Setiap aspek di TKP diidentifikasi secara teliti untuk memastikan penyebab kematian korban dapat ditentukan secara ilmiah dan akuntabel,” ungkap AKP Verry Purba.
Visum dan Hasil Penyelidikan
Jenazah Sarpina kemudian dibawa ke RSUD Dr. Djasamen Saragih di Kota Pematangsiantar untuk dilakukan visum luar oleh tim medis yang dipimpin oleh dr. Joko Arianto, M.Ked (For), Sp.FM. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kematian Sarpina diduga disebabkan oleh kondisi kesehatan, dalam hal ini hipertensi. Diperkirakan, waktu kematian korban telah terjadi lebih dari 48 jam sebelum ditemukan.
“Berdasarkan hasil visum luar, tidak ada indikasi kekerasan. Korban diduga meninggal karena sakit. Situasi di lokasi kejadian saat ini aman dan kondusif,” jelas AKP Verry Purba.
Pentingnya Kepedulian Sosial
Polres Simalungun mengimbau kepada masyarakat untuk selalu peduli dan peka terhadap kondisi tetangga dan warga sekitar, terutama bagi mereka yang tinggal sendirian. Hal ini merupakan wujud kepedulian sosial yang dapat berkontribusi untuk menyelamatkan nyawa. Dalam situasi seperti ini, perhatian dari lingkungan sekitar sangat penting untuk mencegah tragedi serupa terjadi di masa mendatang.
Kesadaran akan pentingnya hubungan sosial dan komunikasi yang baik antar tetangga dapat membantu mendeteksi situasi darurat lebih awal. Dengan tetap menjalin interaksi, kita dapat memastikan keselamatan dan kesejahteraan satu sama lain. Kasus mayat ibu rumah tangga ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih peka terhadap keadaan di sekitar kita.
Kesimpulan
Tragedi penemuan mayat Sarpina Sinaga tidak hanya menyisakan duka bagi keluarganya, tetapi juga menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat tentang pentingnya kepedulian sosial. Dengan adanya kesadaran dan tindakan yang tepat, kita bisa bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih aman dan peduli satu sama lain.
